artikel baru
test
Beberapa hari yang lalu, rumah Rifqi disamperin gundala, lumayan juga banyak alat2 elektronik yg jadi korban. Alhamdulillah Semuanya selamat. Tapi ya gitu, aktifitas ngenet agak terganggu, tapi udah dapet bantuan Radio PS2 dan modem huwaei, jadi bisa ngenet lagi walaupun agak empot2 an
Berikut korban2 keganasan Mr. Gundala :




Udah bukan barang langka, mungkin hampir disetiap kota ada yang namanya “Soto Lamongan”, ada yang sedikit menggelitik, di Lamongan sendiri justru jarang Soto Lamongan. Pas tanya orang lamongan juga di jawab, ya emang jarang mas warung soto tulisannya “Soto Lamongan” wong sampean juga sudah di Lamongan. Jadi kalo lagi maen2 ke Lamongan, jangan cari Soto Lamongan, tapi Soto Ayam
.
Beberapa tempat makan yang disarankan di Lamongan :
1. Kalo mo cari soto yang agak enak di daerah sekitar pertigaan tugu.
2. Adalagi makanan khas Lamongan yang justru jarang ada di kota2 lain, namanya nasi boran. Biasanya cuman ada malem aja. Yang banyak di sekitar alun2 jalan ke arah Sugio / Kedungpring.
3. Kalo pas lagi di Babat, tentu saja yang terkenal Wingko Babat, di samping itu ada juga nasi sate gulai pak sopyan, atau pecel khas babat di daerah stasiun kereta api.
Catatannya sih nggak runtut sesuai waktu, jadi mulai yang paling inget aja
.
Iya betul warung kopi, biasa aja kan ? di Banda Aceh, kotanya warung kopi pun biasa aja, orang datang, ngobrol, minum kopi, makan gorengan. Ya seperti itu sajalah, standard. Saya kira di kota2 lain juga gitu.
Tapiiiiiiiiiiiiiii di Lamongan ada yg beda bos warung kopi yang paling nylempit (tersembunyi) sama yang terang2 an (di pinggir pasar) ada layanan plus yang sama. Si pelayan warung kopi agak sedikit “nakal”, baik langganan maupun bukan, pasti di sapa dengan cara yang cukup “ramah”. Bahkan bagi langganan yang udah biasa dateng dan kenal masih dapat bonus lagi, colek2 dan peluk2. Bener2 ngeri bosss, orang di tepi pasar yang ramai kek gitu nggak ada canggung2nya sama sekali.
So …. ada pengalaman yang sama di Lamongan ? atau mungkin di kota2 yang lain ? boleh share disini, pengalaman lho ya, jangan bagi2 informasi tempat :p
Hampir sebulan lebih ini ada kerjaan konversi mitan ke lpg di lamongan, dan untuk sekian kalinya gw dapat pelajaran berharga yang nggak ada di dapat di bangku jenis sekolah manapun. Ya namanya juga pelajaran, kadang ada yang sesuai hati dan ada yang nggak pas di hati. Sebenarnya cukup banyak pelajaran yang gw dapat cuman sayang sejak awal nggak di tulis, berikut pelajaran2 yang gw dapat menurut daya ingat saat gw menulis hari ini.
- Sebuah struktur organisasi sederhana terdiri dari bos dan anak buah, bos tentunya punya konsep dan anak buah menjalankan konsep. Anak buah boleh memberikan pendapat tentang sebuah konsep, tapi tetap keputusan konsep apa yang di pergunakan tetap di tangan bos. Kalau anak buah memaksa menggunakan konsepnya sendiri yang terjadi justru kekacauan di akhir. Jadi apapun yang di konsepkan dengan bos jalankanlah, kita berhak memberikan pembanding tapi dia berhak memutuskan. Toh kalau memang anda memiliki sebuah konsep yang bagus, tentunya anda yang di tunjuk menjadi bos
.
- Kerjasama dalam sebuah team bukanlah kita harus mengerjakan semua pekerjaan yang bukan termasuk jobdis kita. Terkadang team lain saat kita masuk untuk membantu tanpa ijin justru dirasa kurang membantu atau malah menjadi beban. So kalau memang dirasa pekerjaan anda sudah clear dan anda masih memiliki semangat untuk membantu rekan yang lain, minta ijinlah untuk membantu !
- Merubah system di tengah perjalanan adalah perbuatan yang riskan. Apalagi Merubah – rubah system, menurut gw ini ibarat menggali kubur sendiri, semakin system kita rubah2, semakin dalam kuburan yang tergali. Dan menyesuaikan keadaan tidaklah harus merubah system. Ibarat adendum, adendum biasanya di bawah 10% kalau sudah di atas 50% bukanlagi adendum namanya, tapi kontrak baru :p.
- Seorang pekerja yang memiliki sebuah dedikasi yang tinggi bukanlah harus datang dan pulang tepat waktu. Tapi bagaimana bisa memanfaatkan waktunya untuk menutup kebutuhan kantor. Sangat berbeda buat pekerja yang selalu datang tepat waktu, kerja 8 jam sehari tapi tidak menghasilkan apa2, dengan pekerja yang hanya bekerja 3 jam sehari tapi dapat menutup kebutuhan kantor. Anda di bayar bukan untuk kedatangan anda, tapi dedikasi, loyalitas dan kontribusi anda !
- Kunci dari semuanya ini adalah uang, anda bekerja tentunya salah satu motifasi adalah mencari tambahan pendapatan. Begitu juga perusahaan yang mengerjakan anda, tujuannya adalah mencari untung. Maka ketika hal ini tidak berjalan lancar, inilah yang akan menjadi simpul penghambat akan semuanya. Adalah hak seorang pekerja untuk mendapatkan gaji tepat pada waktunya sesuai perjanjian, akan tetapi bolehlah sedikit mengerti apabila perusahaan ada sedikit masalah keuangan, dari sisi perusahaan juga harus menjelaskan secara terbuka bahwasannya sedang menglami permasalahan dan terlambat melakukan kewajiban. Bukan mencari-cari alasan untuk menunda pembayaran. Hal ini tidak berlaku hanya dengan gaji, tapi dengan bentuk pembayaran2 yang lain. Sepanjang kita bisa mengkomunikasikan dengan jujur, maka gw yakin pasti ada jalan keluar.
Selamat meneruskan pekerjaan yang tersisa, semoga semua permasalahan dapat terpecahkan dengan indah.

Terkadang ada sebagian orang yang merasa curiga kita berbuat baik kepadanya. Mungkin karena cara penyampaian kita yang salah, atau memang bawaannya curiga mulu, atau kalau nggak emang bener2 bego nggak ngerti apa tujuan kita.
Apakah kita harus lebih berhati2 lagi untuk berbuat baik ? atau lebih selektif lagi kepada siapa kita berbuat baik ?
Ininnawa mitu denre sisappa, sipudoko, sirampe teppaja.
Hanya budi baik yang akan saling mencari, saling menjaga, dalam kenangan tanpa akhir.
(Pepatah Bugis)
Sedikit cukilan tentang niat baik ……
Telah lahir buah hati tercinta kami ” Ahmad Rifqi Fahlevi” pada tanggal 22 juni 2008 pukul 17.10. Semoga dapat menjadi anak yang soleh, berbakti kepada orang tua, berguna bagi nusa dan bangsa. Terima kasih atas dukungan dan doa teman2 sekalian selama ini.
Barangkali ada yg kebetulan lewat arjosari (malang) boleh mampir di mabes pengangguran aka warnet capoeng, inpo lebih jelasnya silahkan klik disini
Benernya udah sering sih, dulu gw jg termasuk anak kolong, kebetulan akhir2 ini lagi ada kerjaan di PM AU Abdurahman Saleh. ya pasti tau lah gimana ribet nya masuk komplek militer, lepas kacamata, pakai sepatu, laporan tiap pos (matiin lampu pas malam hari ketika lewat depan pos), blum lagi galaknya yang tanya2 tiap pos kayak nanyain pencuri aja dan tentu masih banyak lagi hal2 yang bikin bete.
sama sih yang di alami, standard percis kek gitu, satu dua kali ngalamin hal di atas (dalam hati kalo besok masih kek gini males mo balik), tapi ketika sudah akrab dan kenal serasa keluar masuk rumah sendiri, terakhir keluar malam2 malah sempat terlibat obrolan sebentar basa basi soal bola.
Kesimpulan ketika masuk komplek militer ikutilah aturan, karena mereka terbiasa semuanya teratur (even mau ngomong aja minta ijin atasan), beda banget dengan kita, mo ngomong tinggal ngomong aja.
Siyap Minta Ijin Balik Kanan