Dalam perjalanan memang cukup susah untuk menerima kritik, apalagi sang pemberi kritik berkesan menghakimi. Tapi dari sekian banyak artikel dari para motivator yang pernah saya baca begitulah kira2 kita menempatkan sebuah kritik.
Yap … sebagai obat, semakin pahit orang mengkritik kita, berarti di mungkinkan ada sesuatu yang memang “sakit” pada diri kita. Kita sudah tahu bagaimana khasiat ramuan2 china, tapi kita juga tau bagaimana juga rasanya ramuan tersebut. Sebagai halnya waktu kita pergi ke dokter karena sakit2 umum tertentu, mag misalnya. Biasanya si dokter nawarin, pengen sembuh yg patas ? cepet ? atau normal ? dan pilihan yang patas biasanya disuntik, dan saya belum pernah denger ada orang bilang enak saat disuntik.
So …. mungkin penganalogian saya salah, apapun itu semoga kita bisa menerima kritikan dengan baik sepahit dan sesakit apapun itu.
NB :
Barangkali Berguna