Nasehat untuk seseorang sahabat yang merasa sendiri.
Merasa terasing karena sebuah luka (cinta).
Jika saja kau tahu, Kita semua pun pernah terluka.
Tapi apakah harus meresapi luka itu terus menerus,
hingga rasa sakit itu kian menancap? Tidak bukan?
Masih ada ribuan esok yang menunggu sentuhan tangan dan kaki.
Masih ada banyak manusia yang membutuhkan uluran hati.
Masih ada banyak hati yang membutuhkan dicintai.
Jika selalu saja terfokus pada satu luka dari organ tubuh ini,
kapan akan terpenuhi hak yang dimiliki organ lain?
Jangan risaukan apa yang kau dapat dari usaha yang akan kau lakukan jika itu baik.
Tapi pikirkan sejauh mana niat dan tekadmu ketika membangun usaha itu.
Jika kau yakin usahamu karena Tuhanmu, pastilah hasil dari semua juga dari Tuhanmu.
So… iklaskan apa yang terjadi. Berhentilah bertanya mengapa(?).
Dan jangan pula kau katakan sesal itu,
sebagaimana kau tak pernah menyesal ketika memulai usahamu (mencintai).
Untuk seorang sahabat….
21
Dec
cesz
December 21, 2006 at 7:08 pm
terkadang, sebagai temen kita jg secara nggak sadar kita justru membuat situasi semakin dalam. tapi ya emang tetep aja tergantung momen yg nangkep sih, temen sariawan, kita kasih obat china, tetep aja bakal maki2 pait dan perih.
bagaimanapun juga itulah gunanya temen. yang penting jangan terlalu dibikin terlalu dalem.