Sengaja saya posting mengenai topik hangat di blog ini
walaupun sebenarnya sudah ada postingan sebelumnya dari boss cesz dan wongedan tentang pengangguran yang notabene ditulis oleh seorang nonpengangguran
. Dan berikut ini adalah sedikitan coretan dari nonpengangguran yang bisa jadi dalam hitungan detikpun bisa jobless [wallahu a'lam].
Kata pengangguran memang menjadi “momok” bagi orang-orang tertentu, bahkan ada yang dengan sengaja menutup-nutupi kalau dirinya atau kerabatnya nganggur. Suatu hari saya bertemu dengan seseorang dan salah seorang kerabatnya didalam suatu forum. Saya bertanya sekedar basa basi “loh koq tumben ada temannya?”, biasanya kan alone?”. “Iya nich, kebetulan sodara saya lagi pulang” jawab beliau. “Oo.. lagi liburan ya?” tambah saya. “Ndak koq, kebetulan lagi cuti panjang” tegas beliau. Setelah beberapa waktu berlalu ketauanlah kalo ternyata lagi nganggur…
Saya hanya tercenung apakah saya nanti juga begitu kalo lagi jobless? atau apakah itu bukti suatu solidaritas dan kasih sayang? ataukah itu yang namanya kasih sayang yg membohongi kenyataan ataukah justru lari dari kenyataan? Sebegitu memalukankah jadi seseorang pengangguran?
Kalau saya pribadi yang terpikir jika nganggur adalah ”apakah nanti saya bisa mandiri dan tidak membebani seseorang [entah itu ortu atau keluarga] ?”. Ceritanya akan lain lagi kalau ternyata saya adalah “pengangguran tak kasat mata” yang artinya saya tidak bekerja secara status tapi sebenarnya saya bekerja
[ hihi mbuletz ].
Siapa bilang menganggur tidak menjadi beban tersendiri dan tentu saja berat loh
. Tergantung siapa yg menyandang status tersebut dan tipikalnya seperti apa
BTW saya sekarang lagi nganggur loh… makanya posting2 disini
… [cs anarkhis mode on].
cesz
July 20, 2006 at 3:17 pm
seperti yg gw visualisasikan di comment atas, pemahaman dan penilaian kita pada suatu hal tergantung keluasan hati kita menerjemahkan. dan itu kita di beri kebebasan menilai.