Giest B’day ……..

ntah dasar apa yg melatarbelakngi pemerintah untuk membuat sistem uan yg bener2 membunuh siswa (membunuh dalam artian yang sebenarnya). Kalau sama2 kita simak berita akhir ini (selain berita soal bola) banyak berita siswa siswi yang di nilai cukup berprestasi di sekolahnya malah nggak lulus. Dan gw bener2 tau kualitas temen capoeng yang kebetulan nggak lulus juga, dan semua org tau kualitasnya, temen sekolah, temen maen, temen di capoeng.
So buat mentri pendidikan, kalau emang tulisan ini sampai kepada anda, sekolah itu bukan permainan sepak bola, yang kemenangannya hanya di tentukan dalam 2 x 45 menit. sekolah ada proses pembelajaran, penilaian harian dan banyak proses2 yang saya kira tidak anda indahkan dalam membuat sistem. Seharus nya hal2 yg telah anda alami menjadi patok (minimal) dalam anda membuat keputusan.
Kalau memang tujuan anda ingin meningkatkan kualitas lulusan pendidikan, percaya dech cara anda salah, banyak hal2 salah yang muncul karena sistem yang anda buat :
- bukan rahasia sekarang guru nyebarin kunci jawaban karena kasian muridnya nggak lulus atau karena takut di tuduh nggak berhasil mendidik murid.
- masih banyak diluar sana jual beli soal. kalau anda bilang gw cuman bisa ngomong nggak bisa buktiin, itu tugas anda untuk buktiin !!!!!
- siswa yg sangat berpotensi dan berprestasi saat sekolah tiba2 hilang semangat belajar, bahkan semangat hidup. sedikit menilik omongan anda pada media, seharusnya pihak sekolah dan ortu menyiapkan putra putrinya apabila nggak lulus. yey pak, bapak kan diatas sana nggak ngerti rasanya bila bapak ngalamin sendiri (sebagai guru atau ortu yang nggak lulus).
sometimes kalau bikin sistem jangan buat coba2 pak, banyak harapan yg tergantung disana, jangan di coba2 kan buat kehidupan org, asal maen kalau nggak cocok ganti. jangan cuman keputusan yang membuat nama anda tenar aja yang anda pikirkan, pikirkan juga perasaan org (kalau masih punya hati sih).
Buat temen2 yang nggak lulus, biar gw kasih sejuta kata2 hiburan nggak akan merubah apapun, but yakinlah kalian adalah orang terbaik yang pernah ada, saat ini kalian hanya korban suat sistem, nggak perlu bangkit karena kalian tidak dalam posisi terjatuh. nggak perlu malu karena kalian nggak berbuat hal yang memalukan, biar waktu yang menjawab siapa ntar yang sukses nganggur duluan.
Ada gak ya rulenya pengangguran nggak boleh kangen ?
cinta itu bukan warna
cinta itu bukan permainan
cinta itu soal perasaan
kadang bikin kita tertawa, nangis, serba salah
cinta kadang terlihat sangat manis
dan nggak jarang sangat menyebalkan
terlepas dari itu semua, cinta bukan lah tujuan ….
cinta adalah alat untuk mencapai tujuan.
akhirnya dapet juga againts all odss, thx giest …..
Hmm…lama juga gak mengunjungi Vila ini, Sepi…gak ada posting
Tak terasa hampir 1/2 bulan menjadi pengangguran, saya pikir bisa sedikit tenang…
Tapi ternyata ada aja masalah yg masih menyangkut urusan [exs] opiss,
Salah satunya adalah restrukturisasi staf karena saat /me kuit ada salah satu rekan yg juga kebetulan kuit, jd struktur terus mengalami pergeseran
Yang bikin agak
adalah /me kena imbas yg katanya jd penyebab salah satu staf yg awalnya jd AM kini menjadi helpdesk dan support
yach padahal seingatku…sebelum aku sowan ke pak boss, beliau jg dah punya planing dan planing….
Ach… udah lah gpp —> orang yg sdh hitam mode [kambing hitam]
Terlanjur Nekad, Lakukan Saja
“entrepreneur harus memiliki nilai tambah, karena seseorang yang punya nilai tambah rata-rata adalah orang-orang yang kreatif.”

| Kepepet, itulah penyebab awal perubahan yang dirasakan oleh Sahmullah Rivqi, mengingat usia yang semakin matang dan belum ada gelar pendidikan. Karena kuliahnya yang tertunda hampir 10 tahun di IISIP Jakarta dan keluar dari Sastra Belanda UI. Dalam perjalanannya itu Rivqi, begitu ia biasa disapa oleh para koleganya, merasa harus memilih bisnis. Hingga terpetik sebuah asumsi dalam dirinya bahwa untuk mendapatkan ilmu yang banyak, tekad “Just Do It” memang dibutuhkan. Perlu keberanian untuk memulai suatu usaha. Kita akan mendapatkan ilmu sebanyak-banyaknya di sana, tidak sekedar teori semata.
Sebagai Presiden Direktur Greenleaf Group yang menaungi beberapa bidang usaha seperti sekolah entrepreneurship, mini market GL, outdor advertising promo, video syuting, rental computer, lens production, dan sedang mencoba usaha di bidang travel dengan nama Tarbiyah Travel. Omset sekitar 200juta per bulan ia peroleh dari sekolah entrepreneurship yang didirikannya bersama teman-teman remaja masjid di Pasar Minggu sejak satu tahun lampau. Padahal mereka memulainya dengan modal minus alias ngutang. Bahkan, kini ia sudah dapat memberikan gaji karyawan berdasarkan standar yang disepakati walaupun belum mencapai standar upah minimum regional (UMR) tapi dapat diterima dengan ikhlas oleh para pegawainya karena mereka termasuk pemilik usaha tersebut. *** Menjadi problem solver bukan problem maker, begitulah yang coba dilakukan oleh suami dari Herliana. Sehingga saat ada peluang yang ditawarkan oleh Ferasta Muhammad (Bang Pepeng Prambors) untuk bersama-sama mengelola Jari-jari Communication ia memutuskan untuk menerima. ”Saat itu Bang Pepeng mojok-mojokin saya untuk memutuskan keluar dari Ratelindo (kini Esia,red.). Itu proses pertama saya keluar dari kemapanan menuju ketidak pastian. Saya belum pernah menemui perusahaan yang sebaik Ratelindo, menemukan bos sebaik bos di sana. Bahkan masuk kerjanya itu bisa dinegosiasikan untuk karyawan lain pukul 08.00 – 17.00 sementara saya bisa dapat izin masuk 09.00 – 14.30, karena saya kan masih kuliah di kampus dan saya masih jadi presidium BPM jadi perlu ngurus-ngurus segala macam. Dengan segala kebaikan Ratelindo, kebaikan hati bos kayaknya bodoh kalau benar-benar mutusin keluar,”lanjut pria yang sedang menanti kelahiran buah hatinya yang ketiga. Staff Corporate Secretary adalah jabatan terakhirnya sebelum memutuskan keluar. Ia bertugas menerima laporan dari seluruh manajer Ratelindo seIndonesia dan menyajikan kompilasinya kepada direksi dan komisaris. Rivqi merasa efektifitas harinya bekerja hanya sebelas hari. Sisanya adalah kreativitas membuat tulisan, beberapa konsep kerja dan sebagainya. Ada pelajaran berharga yang didapatnya dari Pepeng pada saat itu ketika diminta membuat konsep menggunakan fasilitas kantor berupa print warna tapi ia ditegur karena termasuk bentuk kecil korupsi. Oleh karena itu saat keluar dari kantornya pria yang pernah bekerja di Indosat selama 3 tahun ini menyampaikan surat permohonan maaf kepada direktur utama dan direktur keuangan karena telah menggunakan fasilitas kantor untuk kepentingan pribadi, organisasi, dan sebagainya yang bukan urusan kantor. *** |
| Setelah keluar dari Ratelindo kemudian ia bergabung dengan biro iklan Bang Pepeng sebagai media manager.
“Waktu itu mental saya belum mental entrepreneur. Saya minta ke Bang Pepeng bisa nggak saya digaji sama seperti di Ratelindo waktu itu?”tutur Rivqi sambil tersenyum simpul. Saat itu diakuinya ia tetap berjaga-jaga untuk penghasilan tambahan dengan membuka rental komputer di sekitar kampusnya. Sementara dari pihak Jari-jari Communication memperlakukannya sebagai mitra kerja bukan pekerja semata. Proses pembelajaran dimulai, kesalahan-kesalahan dan ketidaktahuan bergulir dengan adanya hingga pendapatan perusahaan tidak mencukupi untuk operasional kantor. Sementara fasilitas, jaringan dan modal lainnya sudah disediakan. Sampai Bang Pepeng menyatakan perusahaan dibubarkan. Sebelum bubar Bang Pepeng sempat memberi wejangan, “Kalau Anda merasa dapat ilmu dari sini aplikasikan di tempat lain. Semoga Anda sukses dan semoga dengan berpisahnya kita ini menjadi kebaikan bagi semuanya,” tutur Rivqi menirukan ucapan Pepeng. “Ternyata faktanya benar, Hampir semuanya sukses dan satu ilmu satu keyakinan yang semakin kuat ditancepin Bang Pepeng, “Jangan pernah mau jadi buruh,” tutur Rivqi penuh semangat. *** Akhirnya lahirlah Greenleaf sebagai lembaga nirlaba yang mengumpulkan infaq dari orang-orang sekitar Masjid Al Hidayah, Villa Pejaten Mas, Pasar Minggu. LSM yang pada awalnya mengumpulkan infaq dari masyarakat sekita masjid. Kemudian berkembang untuk lebih memberdayakan remaja masjid untuk memiliki kecenderungan bisnis melalui pelatihan-pelatihan wirausaha. Berbekal jalinan silaturahmi dengan pengusaha-pengusaha yang kini telah menjadi pengajar di Greenleaf mereka memulai pelatihan wirausaha hingga menjadi sesi khusus dalam seri pelatihan yang dikemas secara serius sampai-sampai mereka bisa menyewa ruangan disalah satu hotel di bilangan Menteng. Salah satu pengusaha yang banyak mendukung adalah Purdi Chandra pemilik Primagama. Visinya, mencetak pengusaha muslim yang sukses, jujur, cerdas, dan peduli. Pengusaha muslim jelas yang sukses, secara material secara dunia dan akhirat. Pengusaha dalam konteks Greenleaf adalah sebuah sikap mental bukan sebuah status. “Jadi entrepreneur itu sikap mental yang saya adopsi sari salah satu pendapat mentor pendiri MQ Corporation, Pak Anwar Hadi. Ia selalu meyakinkan kami bahwa the real enterpreuner adalah orang yang mandiri. Independen meskipun kita karyawan, kehidupan kita tidak dibeli oleh uang gaji kita,” terang ayah dari Nada Alisia Ulfa dan Naila Syifa Mutmainah. Selanjutnya, entrepreneur harus memiliki nilai tambah, karena seseorang yang punya nilai tambah rata-rata adalah orang-orang yang kreatif. Sedikit orang menyangka air putih bisa dijual dalam botol. Karena bisa diubah maka nilainya lebih besar. Itulah kreativitas. Seseorang yang bisa mengubah sesuatu yang biasa-biasa saja menjadi luar biasa. |
Lain ladang lain belalang, Lain perusahaan lain pula aturannya…..
Ada beberapa orang yg senang, jg banyak sebagian yg merasa malah gak enjoy…
Tdk selamanya seorang pekerja akan makin termotifasi jika di iming” i dg reward atau yg lainnya, jika aturan itu komposisinya tdk diimbangi dg kebijaksanaan lain. karena tidak semua orang bekerja semata-mata karena mengejar Rupiah
…
Ada banyak pemikiran yg muncul dari sudut pandang yg berbeda” menyikapi hal ini …, mulai dari yg betul” niat bekerja dan sedikit mengabaikan “topik” yg penting pekerjaan beres, ikhlas dan pikiran enjoy ( yg tau biar kelak pas catatan hari akhir di buka ,jd bukan WAS hehehe )
Ada pula yg bekerja demi mengejar “topik” atau bahkan alasan lain, bahkan saking rajinnya, tak jarang aktivitas yg tdk dilakukannya pun direport ( kl yg type ini jadinya gak jujur dech atau ABS “asal bos senang” yach …hehehh)
Mungkin disebagian perusahaan, misal di perusahaan A diberlakukan aturan itu bisa jalan.. tp tdk di perusahaan B, karena memang keduanya berbeda, yach kayak UUD’45 aja cuma berlaku di indonesia
,
Selanjutnya yach….terserah anda
2 tahun belakangan ini bisnis internet spanyol* agak sedkit rame di malang, lumayan bisa mengebulkan beberapa dapur yang akhir-akhir ini agak susah ngebul karena bisnis apa aja nggak jalan.
terlepas dari itu semua, saat gw baca detik 2 hari ini beritanya seru banget. ” Biaya Backbone Internasional Mandiri Bisa Rp 15 Triliun”, “Operator SLI Baru Diharap Turunkan Biaya Internet“, “Telkom ‘Janji’ Turunkan Harga Bandwidth“, “Menkominfo Tawarkan SLI Bagi Pembangun Infrastruktur Internet“. bener2 judul yang bikin menggiurkan. So .. gimana nasib bisnis internet spanyol* ? wait n see aja dech, yang jelas kalau penyelenggara makin banyak persaingan yang paling mudah adalah banting harga, dan enduser pastinya yg di untungkan, kayak telp selular sekarang. Tapi ………….. perlu di ingat jangan sampe banting harga + banting kualitas, liat aja kalo` yg model kek ginian, bisa bertahan apa nggak.
spanyol = separuh nyolong / nggak ada ijin (tapi malah jadi solusi yg menguntungkan enduser)
03 Juni 06, namanya aja jg pengangguran, gak bisa sewa taxi buat angkutin PC + Monitor,
mau naik bus…,biasanya hari sabtu jg full
, yach…akhirnya berangkat cari mobil carteran. Gpp naik mobil nuansa gerobak yg penting barang bisa terangkut semua, dan yg penting masih tetep bisa F-1 sambil On The Way…
Sampai dimalang…dech…..
Welkooommm pila pengangguran….
Bila bos tetap berada dalam pendiriannya, itu berarti beliau konsisten
Bila staf tetap berada dalam pendiriannya, itu berarti dia keras kepala!
Bila bos berubah-ubah pendapat, itu berarti beliau fleksibel
Bila staf berubah-ubah pendapat, itu berarti dia plin-plan!
Bila bos bekerja lambat, itu berarti beliau teliti
Bila staf bekerja lambat, itu berarti dia tidak perform!
Bila bos bekerja cepat, itu berarti beliau smart
Bila staf bekerja cepat, itu berarti dia terburu-buru!

Bila bos lambat memutuskan, itu berarti beliau hati-hati
Bila staf lambat memutuskan, itu berarti dia telmi!
Bila bos mengambil keputusan cepat, itu berarti beliau berani
Bila staf mengambil keputusan cepat, itu berarti dia gegabah!
Bila bos terlalu berani ambil resiko, itu berarti beliau risk-taking
Bila staf terlalu berani ambil resiko, itu berarti dia sembrono!
Bila bos tidak berani ambil resiko, itu berarti beliau prudent
Bila staf tidak berani ambil resiko, itu berarti dia tidak berjiwa bisnis!
Bila bos mem-by-pass prosedur, itu berarti beliau proaktif-inovatif
Bila staf mem-by-pass prosedur, itu berarti dia melanggar aturan!
Bila bos menyatakan “Sulit”, itu berarti beliau prediktif-antisipatif
Bila staf menyatakan “Sulit”, itu berarti dia pesimistik!
Bila bos menyatakan “Mudah”, itu berarti beliau optimis
Bila staf menyatakan “Mudah”, itu berarti dia meremehkan masalah!
Bila bos sering keluar kantor, itu berarti beliau rajin ke customer
Bila staf sering keluar kantor, itu berarti dia sering kelayapan!
Bila bos sering entertainment, itu berarti beliau rajin melobby customer
Bila staf sering entertainment, itu berarti dia menghamburkan anggaran!
Bila bos tidak pernah entertainment, itu berarti beliau berhemat
Bila staf tidak pernah entertainment, itu berarti dia tidak bisa melobby customer!
Bila bos men-service atasan, itu berarti beliau melobby
Bila staf men-service atasan, itu berarti dia menjilat!
Bila bos sering tidak masuk, itu berarti beliau kecapaian karena kerja keras
Bila staf sering tidak masuk, itu berarti dia pemalas!
Bila bos minta fasilitas mewah, itu berarti beliau menjaga citra perusahaan
Bila staf minta fasilitas standar, itu berarti dia terlalu banyak menuntut!
-=#sesaat tak harus sesat#=-
Hmm….Ternyata kiriman pc dari rekan surabaya untuk pengganti mailserver masih belum juga datang
( ,
Wah….jasa pengiriman macam apa nih PCP, masak surabaya – pandaan saja sampe 2 hari gak sampe? padahal aku biasa order dr jakarta menggunakan TikiJNE saja semalam sampe kok
Ndak tau lagi kl kena pasal ” Murah kok njaluk Cepet” , Murah kok njaluk slamet” heheheeh…..
west…pokoknya kecewa sama PCP, /me hanya bisa saran buat rekan surabaya….mending secepatnya ganti jasa pengiriman lain aja dech biar kasus serupa kedepannya tdk terulang lagi…..