RSS
 

Ich bin Ausländer (saya orang asing)

26 May

Hari Selasa diajak mertua belanja kilat, karena memang setengah jam lagi toko bakal tutup (jam 8 tutupnya). Kita belanja di toko LIDL, dari rumah kira-kira 10 menit nyampe sana dengan mengendarai mobil. Setelah nyampe tokonya, aku langsung turun dan belanja sendiri, Adam dan ibu mertua, aku tinggal di mobil, sementara belanjaan beliau titip ke aku.

Setelah memasukkan uang 1 euro untuk ‘einkaufwagen’ (keranjang belanja) aku pun segera berlari masuk ke tokonya, dengan gerak cepat aku sudah memperoleh barang yang aku butuhkan. Segera aku berlari menuju kasir, trus ngantri. Setelah bayar, akupun membereskan belanjaan, memasukkan ke tas belanjaanku.

Keluar toko, trus menaruh keranjang belanjaannya kembali dan mengambil uang 1 euro ku itu. Ketika berbalik, bermaksud mo lari ke arah mobil, tiba-tiba ada seorang perempuan india menyetop langkahku, dia dengan bahasa yang ngga aku ngerti tapi sambil menunjuk ke arah keranjang belanja dan menyodorkan uang beberapa cent ke arahku. Akupun mengerti, dia bermaksud menukar receh nya dengan uang 1 euro ku yang sudah kupakai untuk menjalankan keranjang belanjaku tadi. Akupun mau bertukar uang dengannya. Tapi, uang yang ditangannya ngga cukup untuk menukar 1 euro ku, dia hanya memegang 70 cent ditangannya.

Aku: ‘noch dreizig cent, bitte’ (tolong 30 cent lagi) (sambil mengacungkan 3 jari)
Dia: membuka dompetnya kembali, mengorek-ngorek recehnya, dan memberikan padaku 30 cent.
Aku: ‘das stimmt’ (tepat)
Dia: dengan rasa ngga percaya dia mengambil kembali seluruh uangnya dari tanganku, termasuk 1 euroku.
Aku: (siap menghitung) das ist zwanzig (dua puluh) (sambil menunjukkan uang 20 cent ke dia)
Dia: menambah 20 cent ketanganku
Aku: vierzig (empat puluh)
Dia: menambah 20 cent lagi ketanganku
Aku: sechszig (enam puluh)
Dia: menambah 10 cent ketanganku
Aku: siebzig (tujuh puluh)
Dia: menambah 20 cent ketanganku
Aku: neunzig (sembilan puluh)
Dia: last…menambah 10 cent ke tanganku lagi
Aku: jetzt genau eins euro (sekarang benar 1 euro) … das stimmt so..(tepat sekali) Ok?!
Dia: menganggukkan kepala (entah tanda setuju ato terimakasih)

Aku pun berlari meninggalkannya menuju mobil dan menaruh belanjaan. Langsung tancep gas aja pulang ke rumah.

Jadi geli sendiri dengan kejadian tadi. Sesama orang asing dinegeri asing dengan bahasa asing…huehuehue… Harusnya aku menggunakan bahasa inggris, karena kebanyakan orang india disini menggunakan basa inggris. Orang make bahasa tarzan sekalipun, transaksi berjalan dengan lancar kok ya…xixixi…

 
No Comments

Posted in Story

 

Leave a Reply